Sabtu, 03 Oktober 2015

#125Cerita (Celebrating 125 Years of Agatha Christie)

Saya pertama kali mengenal Agatha Christie, dari sebuah buku kumcer usang yang direkomendasikan teman saya. Saat itu, ditengah tren membaca novel dan semangat membaca saya tinggi, saya menerima tawarannya meski kondisi bukunya sudah tidak menarik lagi.

Buku itu berjudul The Labours of Hercules, yang digadang-gadang teman saya itu sebagai sesuatu yang menakjubkan. Dan benar saja, baru membaca cerpen pertamanya saya langsung takjub. Sayang, saya hanya bisa membaca sebagian isinya, karena buku yang statusnya sedang di pinjam teman saya dari perpustakaan itu harus segera dikembalikan. Dan sialnya, karena alasan teknis, baru satu semester kemudian saya bisa melanjutkan membacanya.

Untungnya, selama jeda waktu itu saya dan teman saya memutuskan untuk membaca lebih banyak karya beliau. Sparkling Cyanide menjadi novel Agatha pertama yang kami baca, meski awalnya sulit menghadapi alur lambat, kami cepat terbiasa.

Mulai dari teriak-teriak histeris tiap pagi ketika membahas buku-buku beliau, sampai mencoba meracuni teman-teman yang lain dengan bacaan yang sama. Bahkan saat ini buku-buku Agatha Christie menghubungkan kami meski kami sudah beda sekolah.


Bagi saya, novel-novel Agatha Christie tidak hanya menjadi bacaan pertama saya mengenai fiksi thriller, tapi juga merupakan awal mula saya akhirnya memutuskan ingin menjadi seorang ‘pembaca’, yang mana menghubungkan saya dengan banyak hal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...