Jumat, 27 Juni 2014

Peter Pan - J. M. Barrie

Judul : Peter Pan
Pengarang : J. M. Barrie
Alih bahasa : Julanda Tantani
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit : Cetakan ke-1, 2014
Tebal : 240 hlm
ISBN : 978-602-03-0347-5
Genre : Classic, Fantasy, Fairy Tale

Keluarga Darling terdiri dari Mr. Darling dengan gengsi tinggi, Mrs. Darling yang lembut seperti ibu lainnya, dan ketiga anak mereka : Wendy, John, dan Michael. Keluarga itu dilayani oleh Liza yang sering mereka sebut 'para pembantu' juga Nana, anjing yang menjadi pengasuh anak-anak mereka.

Suatu hari, ketika Mr dan Mrs Darling pergi makan malam ke No. 27. Dan anak-anak seharusnya tidur lelap. Peter datang untuk mencari bayangannya yang kemarin di rebut Nana. Suara tangisnya ketika ia tidak bisa memasang bayangan itu membangunkan Wendy. Wendy kemudian menjahit bayangan itu dan Peter menggodanya dengan keindahan Neverland. John dan Michael dibangunkan, mereka belajar terbang dan kemudian sebelum para orang tua hendak mencegah mereka pergi, bintang-bintang meniup jendela dan mereka semua terbang ke Neverland.

Neverland, seperti yang diketahui anak-anak adalah tempat yang sangat menyenangkan, sekaligus menyeramkan. Ada orang Indian dengan putri kepala suku mereka yang gagah Tiger Lily, bajak laut dengan kapten mereka Kapten Hook yang sebenarnya pernah menjadi pria yang terhormat, hewan-hewan liar, putri duyung yang hanya menghargai Peter dan tentu saja anak-anak hilang yang diketuai Peter.

Peter, anak yang tidak pernah tumbuh dewasa dan tidak menginginkannya. Ia mempunyai sikap congkak yang membuatnya menarik sekaligus dibenci. Kecerdikkannya mengingatkan kita pada si Kancil, bedanya penulis tidak malu untuk menyebut Peter licik. Ia juga mempunyai sifat pelupa yang parah, atau mungkin memang sudah takdir bagi dunia nyata dan Neverland untuk saling melupakan. Tapi, yang paling menggemaskan adalah ia 'cowok gak peka'

Saya membeli buku ini untuk adik saya setelah dipaksa terus menerus dalam rangka ulang tahunnya tiga bulan lalu. Sempat dilema memilih antara Pinokio atau Peter Pan. Akhirnya karena lebih murah, rating goodreads yang lebih tinggi, lebih cocok untuk tema posbar kali ini dan katanya Pinokio itu ada adegan sadisnya (padahal Peter Pan lebih sadis) saya memilih untuk membeli ... Keduanya *plak

Kisah yang berawal dari drama (?) ini telah diadaptasi ke berbagai bentuk. Seperti novel, film kartun bahkan live action. Di banding film yang pernah saya tonton ada beberapa perbedaan kecil disini. Novel tidak se-romantis filmnya. Dan film tidak sesadis novelnya.

Dengan awal yang agak membingungkan, saya sempat meninggalkannya dan membaca buku lain.--tapi, setelah memahami imajinasi penulis, saya sangat tertarik--Saya juga kurang suka dengan judul tiap bab yang berhiaskan serbuk peri, membuatnya terlihat kotor. Lalu ada sisa beberapa halaman di akhir buku, itu untuk apa ya? Dan saya menyesal memberikan buku ini untuk adik saya yang masih kecil, terlalu banyak darah.

Namun dari segi cerita, kisah ini sangat menyenangkan sekaligus menegangkan. Bukan hanya tentang peperangan tapi juga soal kasih sayang ibu. Dimana setiap anak ingin memilikinya bahkan Peter sendiri, walau ia tidak menyadarinya. Saya juga suka saat-saat perang batin kapten Hook yang di balik kekejamannya masih menyimpan sedikit niat untuk berkelakuan baik. Sudut pandangnya juga menarik sekali, seolah-olah pembaca ikut berperan dalam kisah itu. Dan karakter unik para tokoh membuat cerita semakin berwarna.

Kisah yang hebat.







2 komentar:

  1. aku pernah baca buku versi inggrisnya tapi kok bahasanya membosankan sekali... jadi pingin baca versi terjemahan gramedia deh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku malah penasaran pengen baca versi inggrisnya XD

      Hapus

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...