Minggu, 31 Juli 2016

Career of Evil - Robert Galbraith

goodreads
Judul: Career of Evil (Cormoran Strike #3)
Judul Terjemahan: Titian Kejahatan
Pengarang: Robert Galbraith
Penerjemah: Siska Yuanita
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit: 2016
Tebal: 552 hlm
Genre: Thriller & Mystery

Robin sedang menunggu kiriman untuk souvenir pernikahannya ketika paket itu datang. Maka ia tidak memiliki kecurigaan sedikitpun saat menerimanya meski sang kurir tampak aneh. Dibawanya paket itu ke meja kerjanya, namun saat dibuka, bukan souvenir pernikahan yang ada di dalamya, tapi sepotong tungkai kanan seorang wanita.

Strike segera menghubungi rekannya di kepolisian untuk menangani kasus ini. Sayangnya Inspektur Eric Wardle nampaknya terlalu percaya diri dan mengabaikan tiga tersangka lain yang Strike curigai. Wajar saja sih, Donald Laing diketahui menderita arthritis psoriaris, penyakit itu membuatnya tidak sekuat dulu ketika Strike mengalahkannya Turnamen Tinju Antar-Resimen dan Noel Brockbank mengalami retak otak karena pukulan penuh emosi dari Strike. Singkatnya, kedua orang itu ‘terlalu lemah’ untuk melakukan pembunuhan keji. Sedangkan yang ketiga, Jeff Whitakker, kentara sekali kalau kecurigaan Strike padanya hanya berlandaskan dendam.

Tapi siapa tau? ketiga orang ini punya alasan kuat untuk mengirimi Strike tungkai, dan mereka juga pernah melakukan kekejian yang jauh lebih mengerikan di masa lalunya.

Sementara itu, Robin harus menguatkan diri dengan teror yang dihadapinya. Mencoba menutup ingatan masa lalu yang menghancurkan hidupnya, dan berusaha mempertahankan hubungannya dengan Matthew yang semakin retak.

Buku ketiga seri Cormoran Strike ini hadir memenuhi penasaran pembaca mengenai kehidupan pribadi Strike dan Robin. Baik Strike dan Robin digali masa lalunya, membuat ‘hubungan profesional’ mereka seakan terkikis dan jadi lebih emosional terhadap satu sama lain. Yang menyebabkan tindakkan ceroboh diambil, pertengkaran terjadi, dan chemistry rekan detektif ini semakin seru. Dan Matthe;w yang makin nyebelin. Pecah.
Misterinya juga keren, meski menyematkan beberapa petunjuk spesifik mengenai pelaku yang sebenarnya, ketiga tersangka mempunyai kondisi yang mirip untuk bisa dicurigai. Bahkan seandainya pembaca sudah berhasil menebak siapa pelakunya, pasti ngga terbayangkan hubunganya dengan korban. Selain itu saya juga suka banget dengan narasi mengerikan sang pelaku dibeberapa kesempatan, selain ikut andil dalam memberikan petunjuk mengenai identitas pelaku itu sendiri, tapi juga bikin saya ngeri.

Hanya saja saya bingung dengan apa yang menyebabkan Strike langsung curiga pada Laing begitu melihat tungkai itu. Jika Brockbank punya hubungan dengan gurat-gurat luka lama di tungkai itu, dan Whittaker punya hubungan dengan lirik lagu yang menyertainya, apa yang membuat Strike langsung ingat Laing? Simply karena tau tiga orang ini punya dendam kesumat padanya?

Selain itu, cerita detektif ini jelas layak banyak dibaca. Bahkan untuk kalian yang belum pernah baca buku pertama atau keduanya, atau seperti saya lupa dengan detail pentingnya. Soalnya Robert Galbraith berbaik hati menjelaskan kembali, pun mengungkit dua buku sebelumnya tanpa spoiler.


Lima paw!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...