Kamis, 15 Juni 2017

Bintang - Tere Liye

goodreads
Judul: Bintang (Bumi #4)
Pengarang: Tere Liye
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Cetakan ke-1, Juni 2017
Tebal: 392 hlm
Genre: Fantasi

SPOILER ALERT
Review ini mengandung spoiler dari buku sebelumnya, Matahari.
"Kekuasaan yang terlalu lama cenderung membuat seseorang rusak. Itu bisa membuatmu mengkhianati teman-teman terbaik. Membuatmu melakukan hal-hal yang buruk, jauh dari kehormatan seorang petarung" —p. 103
Bintang, nama sebuah Klan dunia paralel yang disebut juga Klan Titik Terjauh, klan paling hebat paling menakjubkan diantara ke empat klan lainnya. Mengikuti itu, para pembaca berasumsi bahwa seri Bumi akan berakhir dengan empat buku. Nah, membaca kalimat itu tentu kamu tau apa yang sebenarnya terjadi kan?

Saya yang sudah menyiapkan mental 'dadah-Ra-Seli-Ali' kaget banget ketika mendapatkan info ini di twitter. Dan serius gak tau harus menanggapinya bagaimana. Tapi sebenarnya harusnya ini bisa di tebak, di roadshow Matahari kemarin, penulis seperti menawarkan lelucon yang sama di setiap tempat, bahwa Seri Bumi bisa saja tidak berakhir di Bintang. Selain itu, kisah di Matahari yang tiba-tiba mengganti ancaman terhadap dunia paralel yang sudah konstan di tulis selama dua buku terakhir. Jadi yah, satu buku lagi jelas tidak akan cukup untuk menyelesaikan kisah petualang Ra.

"Jika *Tere Liye* terus menulis novel dari petualangan yang kita lakukan, itu berarti mereka tidak hanya cukup hingga empat buku—buku Bumi, Bulan, Matahari, dan Bintang. Bisa jadi ada buku kelima, buku keenam, dan seterusnya." (kata Ali, hmmm)

Nah, daripada itu, mari kita lihat Bintang. Latarnya tidak mengambil waktu lama dari Matahari, hanya satu bulan saja. Setelah mendengar rencana Dewan Kota Zaramaraz, Ra, Ali dan Seli langsung menghubungi Av dan pimpinan Klan Matahari, mengabarkan berita penting tentang ancaman hancurnya ketiga klan permukaan. Dua minggu berlalu, selama itu dilakukan rapat diantara elit Klan Bulan dan Klan Matahari, lalu diputuskan bahwa rencana paling aman saat ini adalah menemukan, dan mengamankan pasak bumi yang kan dihancurkan Dewan Kota Zaramaraz.

Siapa yang akan melakukan misi berbahaya ini? tentu saja Raib, Seli dan Ali. Mereka sudah pernah berpetualang di Klan Bintang dan meski hanya remaja kelas sebelas, mereka telah membuktikan kemampuan mereka sebagai petarung terbaik Klannya masing-masing. Tapi kali ini mereka tidak sendirian, Miss Selena dan sepuluh petarung terbaik dari Klan Bulan dan Matahari akan menemani mereka menemukan pasak itu.

Hana bilang bahwa Raib lah yang akan menemukan pasak itu, dengan kemampuannya mendengarkan alam. Tapi Ra tetap saja pesimis. Ali bilang pasak bumi adalah aliran magma, dan istilah meruntuhkan pasak bumi adalah meledakkan sebuah aliran magma yang tersumbat. Dengan ratusan dapur magma di Bumi, bagaimana mereka bisa menemukan pasak bumi yang akan diruntuhkan Klan Bintang?

Namun, Ra sepertinya lupa bahwa ia punya sahabat super-genius yang selalu berpikir tiga langkah ke depan. Ali berhasil mengecilkan kemungkinan aliran magma yang mereka cari, menyisakan hanya enam saja. Tapi itu tetap bukan perjalanan yang mudah. Kesempatan mereka untuk mengecek pasak-pasak itu adalah dengan menyusuri lorong-lorong kuno Klan Bintang. Dan itu artinya mereka juga harus memasuki ruangan-ruangan tak berpenghuni yang berbahaya, belum Pasukan Bintang yang terus memperbarui teknologi mereka untuk menangkap Ra dkk kapan saja.

Petualang kedua Ra di Klan Bintang ini mengingatkan saya pada petualangnya di Klan Matahari di buku Bulan. Model ceritanya berupa quest, atau bisa dibilang punya stop-stop tertentu. Saya awalnya mengira, dengan model begini, pasti akan ketahuan bagaimana pasak itu akan ditemukan, tapi ternyata tidak juga. Tapi kok jadinya kesel ya? 😂

Tugas Ra memeriksa pasak-pasak ini juga ternyata membuat perjalanan ke Klan Bintang ini berbeda dengan yang sebelumnya. Ruangan-ruangan lain Klan itu jadi lebih tereksplor dan tentu saja membuat ceritanya jadi tidak membosankan. Bukan hanya keunikkan masing-masing ruangan, tapi juga bagaimana pendapat serta hubungan masyarakat ruangan itu dengan Dewan Kota. Yang semakin mempertajam kesan bahwa Klan Bintang, dengan seluruh teknologi yang amat mutakhirnya, ternyata juga punya cacat.

"Tapi itulah masalah besar klan ini. Semua orang memutuskan tidak peduli, mengurus masalah masing-masing, dan berharap hidup bahagia. Semua orang membiarkan kejahatan merajalela, membiarkan sekelompok orang mengenakan topeng seolah baik, pahlawan, padahal sangat buruk"—p.275

Sementara itu untuk perkembangan Ra, Ali dan Seli juga semakin membaik. Terutama hubungan Ra dan Ali. Yah, sejak awal saya tidak terlalu mengharapkan adanya unsur romance dalam cerita seri Bumi, maksudnya, tentu ekspektasi saya lebih kepada unsur fantasi dan actionnya, interaksi Ali dan Ra juga biasa saja sejak awal meski Mama Ra dan Seli sering menggoda mereka. Tapi sepertinya memang harus diakui, salah satu adegan di Matahari memang bikin baper, dan di Bintang, saya yakin banyak pembaca yang bakal ngecie-cie-in Ra.

Perihal Ali dengan kekuatannya juga mengalami lompatan di sini. Sesuatu yang tidak disangka-sangka itu disokong oleh kemisteriusan dan kehebatan Klan Bintang yang juga menjadi alibi untuk judul buku kelima seri ini. Oh, dan Miss Selena. Ikutnya kembali ia dalam petualangan memperkuat karakternya dan perlahan juga menguak masa lalunya (tidak benar-benar terungkap, tapi setidaknya pembaca bisa menebak-nebak). 

Kalau ada yang menganggu saya mungkin ada dua: satu, blurbnya spoiler abis, nyebelin; kedua, pergantian istilah Pasukan Cahaya untuk penyebutan militer Klan Matahari dengan Pasukan Matahari (saya praktis gak suka inkonsistensi) tapi mungkin ini gara-gara kata 'Cahaya' jadi di pakai untuk sebuah frasa baru, jadi akan aneh jika ada dua hal dengan nama Cahaya. Eh, iya hal baru ini juga sudah pernah di bahas di buku Matahari.

Rasanya buku Bintang ini benar-benar berhubungan dengan Matahari. Berbeda dengan Bumi dan Bulan yang terasa berdiri sendiri-sendiri. Dan dengan akhir yang bikin jantungan ini, jelas buku kelimanya, Komet juga tak akan mengambil latar waktu jauh-jauh dari Bintang. Sayang kita harus menunggu setahun lagi, saya gak sabar 😆.

"Hidup ini petualangan, Seli, hingga kita mengembuskan napas terakhir. Setiap detiknya berharga, apalagi setiap harinya. Setiap tempat yang kita datangi, setiap orang yang kita temui, kita tidak pernah tau siapa dan apa yang akan terjadi berikutnya. Tapi kita bisa melewatinya dengan selalu tulus, berusaha menjadi orang baik. Lewati petualangan itu bersama sahabat, saling percaya, saling membantu. Saat itu terjadi, dunia paralel menjadi terlalu sempit. Masih banyak tempat lain yang bisa dikunjungi."—p. 284
Fantasy Fiction

Ngomong-ngomong, beberapa bulan sebelum Bintang terbit. Tere Liye sempat mempublikasikan sebuah catatan yang katanya merupakan cuplikan dari Bintang, tapi kok malah gak ada di buku ini ya? Entah dipangkas dalam proses editing, atau memang direncanakan hanya menjadi spin-off saja. Lucu lo, coba baca di sini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...