Kamis, 16 Oktober 2014

The Adventure of Christmas Pudding - Agatha Christie

Judul : The Adventure of the Christmas Pudding (1960) 
Judul terjemahan : Skandal Perjamuan Natal 
Pengarang : Agatha Christie 
Penerjemah : Ny. Suwarni A.S. 
Desain&ilustrasi sampul : Satya Utama Jadi 
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama 
Terbit : Cetakan ke-5, Oktober 2013 
ISBN : 978-979-22-2970-7 
Tebal : 352 hlm 
Genre : Crime, Classic, Thriller & Mystery 

The Adventure of Christmas Pudding adalah kumcer yang terdiri dari enam cerita. Lima diantaranya kisah yang mengandalkan Poirot dan satu Miss Marple. Kisah favorit saya sendiri adalah Yang Tak Diperhitungkan. Mungkin karena itu yang paling panjang dan saya membacanya sekali duduk. 

Yang Tak Diperhitungkan mengisahkan tentang Reuben Astwell yang terbunuh di ruang kerjanya. Nampaknya ia dipukul dari belakang dengan gada raksasa. Charles Leverson adalah yang terakhir bersamanya malam itu, ia diduga sebagai pembunuhnya. Apalagi semalam terdengar suara ia berteriak-teriak pada Mr. Astwell dan diiringi suara dentuman keras. Tapi Lady Astwell tak percaya Leverson yang melakukannya, dan meminta Poirot menanganinya. 

Daya tarik cerita ini adalah metode Poirot itu sendiri
"... . Kita harus menirukan cara kucing piaraan berburu. Berjam-jam dia duduk memandangi liang tikus, tanpa bosan. Dia tak bergerak, tidak menggunakan energi, tapi... dia tidak pergi." (p230)


Ya, Poirot menakuti tikus terus menerus sehingga ia salah tingkah, dan melalui kecerobohannya itulah si tikus dapat ditangkap. Dengan kata lain, Poirot berkali-kali melakukan tipu muslihat, yang padahal --menurut pembaca setia-- terlihat jelas pura-pura. Pelayan setianya, George juga tampil dan berperan banyak disini. 

Selain Yang Tak Diperhitungkan, ada pula Skandal Perjamuan Natal. Kisah pertama yang memberi kepuasaan tersendiri bagi penulisnya. Karena mengingatkannya akan suasana natal masa kanak-kanaknya yang hangat. Ini adalah kisah mengenai seorang pangeran yang terlah kehilangan permata untuk calon istrinya, hal itu karena ia ceroboh meminjamkan permata itu pada gadis asing. Hercule Poirot dikirim ke daerah pedesaan untuk menemukan permata tsb. Ternyata ditempat itu pun terjadi pembunuhan terhadap seorang gadis kecil. 

Kisah ini unik, dan agak berbeda dari karya Agatha kebanyakan. Namun tetap sederhana dan mudah dicerna *apasih 

Lalu ada Misteri Peti Spanyol yang konon merupakan favorit Poirot. Mr. Clayton ditemukan tewas ditikam di dalam peti spanyol sahabatnya sendiri. Perkara yang aneh dan menarik. Hal itu karena ia rindu sekali pada Hastings dan pembunuhan yang romantis ini mengingatkannya pada sahabatnya itu. 

Saya bingung, sepertinya tokohnya terlalu banyak dan saya sama sekali tidak tau apa-apa tentang Othelo. Tapi endingnya masih masuk akal dan mengejutkan. 

Buah Blackberry menceritakan tentang seorang Pak Tua tak dikenal yang selalu datang dua kali seminggu ke Restoran Gallant Endeavour menarik perhatian Poirot. Menurut Molly, selama sepuluh tahun terakhir pak tua itu selalu datang pada hari Selasa dan Kamis untuk makan malam dengan menu yang sama. Namun, suatu minggu, ia datang di hari Senin dan memesan makanan yang lain dari biasanya lalu beberapa hari kemudian, Pak Tua yang ternyata bernama Henry Gascoigne ini meninggal karna kecelakaan. Eh kecelakaan?
".... Ini soal kebiasaan rutin manusia. Itu penting sekali. Dan keadaanya tak cocok dengan almarhum M. Gascoigne. Jadi, semuanya tidak beres." (p257) 

Mungkin kita akan menganggap Poirot gila, atau mungkin menebak dengan cepat siapa pelakunya. Tapi yang menarik disini adalah cara detektif kita itu menemukan pelakunya. Melalui pengetahuannya tentang sifat-sifat manusia. 

Lalu cerpen berjudul Mimpi berkisah tentang Poirot yang mendapat surat dari jutawan tua yang eksentrik. Pria itu berkata, akhir-akhir ini ia sering bermimpi bahwa ia menembak dirinya sendiri. Poirot berkata bahwa ia tak bisa membantu, apalagi penampilan jutawan itu tidak meyakinkan. Hingga seminggu kemudian, jutawan tua itu tewas dengan revolver ditangannya. Yang menarik dari kisah ini adalah, jutawan tua itu bernama Benedict, dan kepala pelayannya bernama Holmes. Wkwkwk 

Dan cerita terakhir adalah Greenshaw's Folly, kisah Miss Marple. Greenshaw's Folly adalah rumah besar yang dibangun sejak 1860-an. Kini yang menempati rumah itu adalah Miss Greenshaw, keturunan terakhir keluarga itu. Ia tingga dengan Mrs. Cresswell, dan Alferd Pollock yang pemalas. Miss Greenshaw juga punya seorang keponakan bernama Nathaniel Fletcher, yang dihari kunjungannya itu Miss Greenshaw ditemukan terbunuh dengan anak panah di urat nadinya. 

'Keturunan terakhir' dan 'anak panah', mengingatkan saya pada cerbung buatan saya sendiri :p, *abaikan ini*


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...