Selasa, 14 April 2015

Sorrow - Elsa Tamara Shalsabila

Judul: Sorrow
Penulis: Elsa Tamara Shalsabila
Penerbit: DAR! Mizan
Terbit: Cetakan ke-1, Agustus 2014
Tebal: 180 hlm
ISBN 978-602-242-484-0
Demi mencari sahabat sejati, Risna meninggalkan sekolah dan rumahnya. Dia pindah untuk mencari pertemanan yang abadi. Entah mengapa Risna sangat sulit untuk mendapatkan teman. Beruntunglah dia memiliki orangtua yang peduli kepadanya. Namun di sekolah barunya, Risna dimanfaatkan! Risna tidak mengetahui fakta sebenarnya. Cherry dan Rebecca hanya memperalat kepintaran dan keluguan Risna. Apa yang sebenarnya terjadi? Akankah Risna tersadar dan mendapatkan sahabat sejati?

Saya gak tau ini masalah beda selera atau gimana, tapi saya benar-benar tidak suka buku ini.

Pertama, sejak awal sudah dibingungkan dengan sudut pandang yang berganti-ganti. Dalam satu bab bisa ada tiga atau empat  sudut pandang yang berganti dengan cepat. Kadang, malah dari sudut pandang orang yang tidak terlalu penting. Sudah begitu, pembawaan ceritanya juga terkesan lebay. Bahkan ketika sudut pandang di bawakan oleh seorang bunda.

Karakterisasi, hampir bisa dibilang tidak jelas. Risna digambarkan begitu menyedihkan tapi juga menyebalkan. Sama sekali tidak dijelaskan kenapa orang-orang tidak mau berteman dengan gadis pandai ini. Karena aneh? Aneh apanya?

Alur dan Konflik juga begitu. Ada beberapa adegan yang saya rasa sama sekali tidak penting, dalam arti bahkan kalau adegan itu dihilangkan, tidak akan mempengaruhi cerita. Contohnya bab Yogyakartour.

Sebenarnya temanya sudah bagus. Mencari sahabat sejati. Hanya, banyak sekali yang kurang. Jasmine seharusnya lebih banyak muncul, ia seharusnya lebih banyak berusaha membantu Risna, lebih banyak membantunya keluar dari keterpurukkan yang tidak ia sadari. Kalau hanya muncul di akhir begitu ia kesannya seperti “Nah, makanya, kan udah gue bilangin” . Cerita mengenai kakak Risna yang meninggal pasti juga akan menarik kalau diceritakan lebih detail.

Oh, dan kaya mendadak bukanlah ide bagus sebenarnya. Lalu sepertinya penulis salah mengerti apa fungsi Cc: pada e-mail. Ini menganggu sekali.

Lebih menyedihkan lagi karena buku ini ditulis oleh anak yang sebenarnya usianya tidak terlalu berbeda dari saya. Elsa hanya lebih tua kurang dari dua tahun saja dari saya, dan buku ini juga terbit bukannya sudah lama juga. Menyedihkan bagaimana selera dua anak seumuran bisa berbeda begitu jauh.




2 komentar:

  1. Wah terima kasih banyak udah ngasih kritik, benar2 membantu! :)) tp sebenarnya novel Sorrow itu saya tulis ketika berusia sekitar 14 atau 15 tahun, tp baru diterbitkan ketika saya 17 tahun, jadi untuk style tulisan saya sekarang ini sudah jauh berbeda dgn novel Sorrow. Boleh dibuka blog terbaru saya: memoardalamelegi.blogspot.com :) sekali lagi terima kasih banyak!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, terima kasih juga sudah mau mampir kesini :D

      Hapus

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...