Rabu, 07 Oktober 2015

Misteri Kota Lautan Api - Yovita Siswati


Judul: Misteri Kota Lautan Api (Seri Misteri Favorit #12)
Pengarang: Yovita Siswati
Penyunting: Pradikha Bestari
Ilustrator: Indra Bayu
Penerbit: Kiddo
Terbit: Agustus 2015 (Cetakan ke-1)
Tebal: 193 hlm
Genre: Thriller & Mystery, Crime
ISBN 978-979-91-0915-6

Wajah Lilis yang putih memerah. Kepangnya disabetkan ke belakang dengan kesal. “Pertama aku menjadi pembohong dengan membohongi ibumu. Lalu aku membuat orang cedera dengan ketapelku. Kemudian kita ditangkap polisi dan sekarang menjadi pelarian!”

“Bukan, bukan pelarian,” ralat Rakha. “Tapi buronan!”—p.117
Akhirnya, setelah bertahun-tahun, keluarga Rakha bisa pergi ke luar kota. Meski aneh juga sih, padahal semalam sebelumnya ayahnya bilang tidak bisa liburan tahun ini. Bukan hanya itu, baru juga mereka sampai di depan vila, ayah Rakha langsung dibawa oleh dua orang berbadan besar yang salah satunya mirip Musang Gondrong.

Keadaan makin aneh, ketika seorang anak perempuan bernama Lilis mengumukan bahwa melihat orang yang mirip ayah Rakha diculik sore harinya. Memang sih, di tempat yang katanya tempat penculikkan itu ada kertas berisi sandi aneh tulisan ayahnya. Tapi kok, tidak cocok dengan penjemputan ‘baik-baik’ tadi pagi?

Rakha memutuskan untuk menyelidiki hal ini. Pertama-tama—dengan bantuan Lilis—ia mengunjungi rumah Pak Karno, seorang wartawan yang alamatnya ada di dalam tas ayah Rakha. Dari beliau, ia mendapatkan nama Pak Pudjakusumah, mantan tentara PETA yang tergabung dalam divisi Siliwangi. Aki Pudja rupanya menyimpan sebuah rahasia, rahasia yang kini—sebagian—berada di tangan ayah Rakha. Peta harta karun, ‘harta’ yang konon bisa mencegah peristiwa Bandung Lautan Api di masa lalu.

Saya suka banget sama karakter Lilis, anak perempuan periang yang takut dosa ini benar-benar melengkapi Rakha yang meski keras kepala tapi nekat. Interaksi mereka berdua selalu bikin senyum-senyum sendiri, apalagi kalau sudah situasi mendesak, masih sempat-sempatnya selisih pendapat.

Tapi sebenernya, yang bikin saya jatuh cinta adalah detail plotnya. Cerita yang memiliki kaitan erat dengan sejarah Banding Lautan Api ini bener-bener bikin gregetan, selipan petunjuknya mantap, dan mbak Yovita gak ragu-ragu buat mainin opini pembaca, dan buat twistnya makin keren. Eh, tapi saya udah nebak duluan sih, dan bener, tapi untungnya masih ada yang gak jelas sebelum ceritanya berakhir.

Memang sih, ada yang sedikit menganggu saya, sedikit sekali. Mengenai pedang dari Jepang, itu katana, bukan samurai. Juga bagian sandi diagramatis, saya pernah belajar, hanya saja namanya sandi kotak satu. Mirip sih, tapi kuncinya beda, mungkin memang beda versi. Tapi sudahlah, toh lebih banyak info lain yang bikin saya yakin riset untuk buku ini sudah gila-gilaan.

Pokoknya penggila riddle harus baca. Karena, diantara buku seri misteri favorit yang lain, buku ini sepertinya riddlenya paling banyak. Dan buku ini juga sepertinya paling tebal sejauh ini (yaterus?)

“Tak usah takut. Tengkorak itu hal yang wajar. Kita semua punya, kok,”—p.138
Terimakasih atas bukunya mbak Yovita :D

2 komentar:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...