Kamis, 27 November 2014

Elephant Can Remember - Agatha Christie

Judul: Elephants Can Remember (1972) 
Judul terjemahan: Gajah selalu ingat 
Pengarang: Agatha Christie 
Penerjemah: Julanda Tantani 
Desain&ilustrasi sampul: Satya Utama Jadi 
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama 
Terbit: Cetakan ke-8, November 2013 
Tebal: 288 hlm 
Genre: Crime, Classic, Thriller & Mystery 
ISBN: 978-979-22-2870-0

Mrs. Ariadne Oliver tidak pernah ikut perjamuan makan siang para pengarang. Pada pengalaman pertamanya kali ini, ia merasa puas dengan makanan yang dihidangkan. Namun tetap memepersiapkan diri untuk kemungkinan buruk, seperti pujian setinggi langit yang tak ia sukai--kebalikan Poirot XD--. Tapi, ketika Mrs. Burton-Cox mengajaknya bicara. Mrs. Oliver justru mendapat pertanyaan yang tidak pernah disangkanya.
"Apakah ibunya yang membunuh ayahnya atau apakah ayahnya yang membunuh ibunya?" p.24

Hal ini rupanya berhubungan dengan putri baptis Mrs. Oliver, Celia Ravenscroft yang akan menikah dengan Desmond Burton-Cox.

Orang tua Celia ditemukan tewas tertembak di pinggir tebing Overcliffe. Pistol ditemukan diantara dua mayat mereka. Pistol itu salah satu milik Jendral Ravenscroft sendiri, dipistol itu pun terdapat sidik jarinya dan istrinya. Sehingga tak ada yang tahu, apakah Jendral Ravenscroft yang membunuh istrinya lalu bunuh diri atau Lady Ravenscroft yang membunuh suaminya lalu bunuh diri.

Demi mengetahui hal ini Mrs. Burton-Cox bahkan mendesak Mrs. Oliver agar mengorek informasi dari Celia sendiri. Jelas, Mrs. Oliver merasa tidak nyaman. Ia segera pergi dari perjamuan makan itu, dan bergegas ke flat Poirot. Mrs. Oliver dan Poirot setuju, bahwa motif Mrs. Burton-Cox mempertanyakan kisah lengkap kematian orang tua Celia patut dipertanyakan. Baiklah, anaknya akan menikahi Celia, lantas? Apakah mengetahui penyebab kematian orang tua Celia akan membuat perbedaan? Atau ia mempunyai motif tersembunyi, uang misalnya. Namun, mau tak mau Mrs. Oliver dan Poirot juga jadi tergelitik. Mereka tidak berharap banyak, hanya ingin tahu. Tapi pertama-tama, mereka harus meminta izin dari Celia.


Celia, ia adalah gadis yang berkepribadian. Kalau ditanya tentang kematian orang tuanya, pasti jawabannya adalah 'tidak tahu'. Karena pada saat kejadian, ia sedang sekolah di Swiss. Ia sangat berterimakasih karena orang-orang tidak pernah mengungkit-ngungkit kematian orangtuanya. Tidak sampai Mrs. Burton-Cox yang memuakkan. Tapi siapa sangka? Celia justru mengizinkan Mrs. Oliver untuk menyelidiki sebab kematian orang tuanya. Ia berkata bahwa, ia siap menerima kebenaran.

Maka, Mrs. Oliver dan Poirot mulai mencari gajah. Orang-orang yang bukan hanya mengenal pasangan suami-istri Ravenscroft, tapi juga mengingat mereka dengan baik. Sifat, kebiasaan, dan hubungan mereka dengan orang-orang sekitarnya.

Entah darimana, saya pernah mendengar bahwa ini salah satu buku terbaik Agatha. Salahkah jika saya berharap banyak? Memang tidak mengecewakan sih cuma kurang aja. Rasanya, begitu tau "Dolly-Molly" saya mulai berspekulasi aneh-aneh dan ternyata benar -_- . Lalu misteri sidik jari dengan penjelasan yang gak banget.

Tapi, Gajah Selalu Ingat termasuk salah satu cerita unik dalam hal plot. Menggali masalalu, mencari orang-orang yang mengkin bisa ingat tentang kasus Ravenscroft, yang terjadi 12 tahun lalu. Kedengaran sulit? Seharusnya ya, tapi ya itu... Mrs. Oliver mudah sekali menemukan mereka, walau harus diakui ia menganggap mereka tidak memberi informasi apapun.

Hal unik lainnya adalah motif, biasanya motif utama dalam kisah Agatha Christie adalah uang. Memang sih ada suatu misteri yang bermotifkan uang, tapi kasus itu--jika bisa dibilang kasus--hanya sampingan saja, semacam alasan kenapa kasus ini bisa diendus. Sedangkan pembunuhan utamanya sendiri--jika bisa disebut pembunuhan--bermotifkan cinta dan kasih sayang, yang biasanya menjadi motif kedua saja. Cinta dan kasih sayang menjadi alasan suatu kematian? Tragis ya?

Dan Poirot, apa yang terjadi dengannya? Entah kenapa saya rasa ia jadi lebih rendah hati, tidak lagi mengaggap semua orang mengenalnya. Lalu mencul pula sebuah adegan yang ambigu 
"Akhir hayatku adalah permulaan bagiku, atau semestinya diucapkan berbeda? 'Dalam permulaan hidupku terdapat akhir yang tragis?' ..." p.244

Dia berbicara mengenai kasus Ravenscroft, atau --seperti yang disadari Agathamania-- berbicara mengenai dirinya sendiri? memberi kesan menyedihkan

Untuk judul, 'Gajah Selalu Ingat', rupanya bukan main-main *yaiyalah. Sama seperti Mrs. Oliver, gajah-gajah itu betul-betul melelahkan. Terlalu banyak diulang 
"Gajah selalu ingat," ujar Mrs. Oliver, "tapi kita manusia, dan untungnya manusia bisa lupa." p.283

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...