Jumat, 22 Juli 2016

Misteri Patung Garam - Ruwi Meita

goodreads
Judul: Misteri Patung Garam
Pengarang: Ruwi Meita
Penerbit: Gagasmedia
Terbit: Cetakan ke-1, 2015
Tebal: 278 hlm
Genre: Thriller & Mystery

Seorang pianis ditemukan tewas dalam posisi sedang bermain piano di rumahnya, ketika ditemukan mayatnya dilapisi dengan adonan garam, menggunakan wig merah panjang dan seluruh organ dalamnya raib.


Kiri Lamari, seorang polisi dengan selera makan yang aneh diminta menangani kasus ini bersama rekannya, Inspektur Saut. Apa maksud simbol IDIS yang ditinggalkan pelaku di tempat kejadian? kenapa pelaku begitu terobsesi dengan garam? Belum sempat pertanyaan itu terjawab, muncul korban lain, di bunuh dengan cara yang sama.

kasus ini semakin rumit ketika pikiran Kiri harus terbagi dengan masalah personalnya. keasihnya, kenes menuntutnya untuk segera menikahinya, tapi sebelum itu Kiri harus menyelesaikan urusannya dengan sang ayah. Dan itu, adalah hal terakhir yang ingin Kiri lakukan di dunia. Ditambah dengan seorang anak mantan pencopet yang merangsek masuk kekehidupannya.

kemudian kedua masalahnya seolah berpilin jadi satu, Kiri dikejar waktu untuk memecahkan Misteri Patung Garam, karena kenes jadi target berikutnya.

Dibuka dengan adegan kekejaman si pembunuh, Misteri Patung Garam menawarkan aura mengecam yang berkelanjutan. Saya gak bisa berhenti membalik halaman demi halaman karena keseruannya. karakter-karakternya juga unik, ada Inspektur Saut yang degan ‘kampret rebus’nya, kenes yang agresif serta Ireng yang cerdas. Dan tentu saja Kiri dengan sikapnya yang menawan.

Twistnya pun tak terduga meski awalnya saya sudah merasa putus asa. Herring Merahnya tidak banyak, sehingga pembaca tidak terlalu dibingungkan. Saya bahkan sempat mengira kalau ini hanya akan jadi cerita how-catch-em karena tersangka punya alibi yang sangat kuat meskipun semua bukti (nonfisik) mengarah kepadanya. Tapi ternyata ... jeng jeng jeng

Gaya berceritanya menyenangkan, saya yang terbiasa baca cerita terjemahan disuguhkan bahasa baku di banyak kesempatan. Tapi masih ada juga beberapa slang yang buat ceritanya berasa Indonesia.


Sebenernya sih, rasa suka saya terhadap novel ini juga dipengaruhi ekspetasi yang saya pasang rendah *plak. Thriller lokal yang terakhir saya baca, konstatinopel, tidak terlalu memuaskan. Makanya  agak terkejut ketika ada cerita lokal sebagus ini. Dan seneng banget dengan berita konon novel keduanya sedang ditulis. Saya pasti beli, dan sambil menunggu, mungkin berburu thriller lokal lain? 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...