Sabtu, 23 Agustus 2014

Death Comes at the End - Agatha Christie

 Judul : Death Comes at the End (1945) 
Judul terjemahan : Ledakan Dendam 
Pengarang : Agatha Christie 
Penerjemah : Ny. Suwarni A.S. 
Desain & ilustrasi sampul : Satya Utama Jadi 
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama 
Terbit : Cetakan ke-6, November 2013 
ISBN : 978-979-22-2910-3 
Tebal : 328 hlm 
Genre : Crime, Classic, Suspense, Thriller & Mystery 

Delapan tahun lalu, Renisenb pergi bersama suaminya Khay yang gagah. Kini setelah kematian Khay, ia kembali ke rumah ayahnya sebagai janda bersama anak perempuannya Teti. Rumah ayahnya, baginya masih sama seperti dahulu. Yahmose, kakak sulungnya yang selalu cemas dan khawatir dan selalu dibentak-bentak Satipy, istrinya yang bersuara nyaring dan suka memarahi orang. Juga Sobek, kakak keduanya, si pembual tampan dan istrinya, Kait yang begitu menyayangi anak-anaknya. Ipy, sekarang sudah lebih tinggi, dan ia juga semakin pandai dan berani. Henet, pelayan itu masih suka kesana-kemari mengumbar gosip, menjilat-jilat, dan berkata bahwa ia sudah mengabdi pada keluarga ini dan tidak ada yang mengaggapnya. Hori, notulis ayah, masih setia dan selalu bersikap adil, dan masih selalu bisa menenangkannya sebagaimana dulu ia membetulkan mainannya. Neneknya, Esa meski menua, ketajaman otaknya tidak bisa diremehkan, ia bahkan mengejek kematian, dan menikmati sisa-sisa hidupnya.

Tapi, ketika ayahnya membawa selir cantik dan jahat yang bahkan lebih muda dari Renisenb. Semua kebusukan keluarga itu keluar. Mereka yang tak tahan dengan Nofret mencoba menyakitinya, tapi mereka terlalu bodoh untuk tahu bahwa Nofret akan mengadukannya pada Imhotep, ayah mereka melalui Kameni, juru tulis Imhotep yang datang dari utara, yang begitu mirip Khay ...

Hingga, ayah mereka mengatakan bahwa hak waris ketiga putranya dicabut! Betapa mengejutkannya, Nofret telah membuat ayahnya mencabut hak waris! Nofret harus mati ... Pikir salah satu dari mereka. Kematian itu menyenangkan, katanya lagi. Dan ia mulai membunuh keluarganya sendiri satu-persatu. 

Sesuatu yang baru membaca novel dengan setting Mesir Kuno. Memberi kita sedikit gambaran tentang suasana dan adat disana. Dilingkungan Imam Ka, yang kaya raya. Tapi tetap menarik karena pada dasarnya misteri Agatha selalu khas. Kekuatan masing-masing karakter juga membuat kita semakin paham dengan permasalahan keluarga ini. Masing-masing mereka membenci satu sama lain, tidak seperti bayangan Renisenb. 

Suspense, kita tahu keluarga itu akan mati satu persatu, tapi oleh siapa itulah yang membingungkan. Karena saat kita mencurigai seseorang, justru orang itu yang mati. Dan semakin pusing dengan teka-teki yang ada. Judulnya sudah cocok sekali, karena sang pembunuh memang hanya menyimpan amarahnya selama ini sehingga bertumpuk dan meledak.

Saya sangat suka Renisenb, yang sangat mirip dengan Kapten Hastings. Romantis, dan selalu berprasangka baik pada orang-orang. 
Juga Hori dan Esa, yang berperan sebagai detektif. Dimana jika tidak ada keduanya mungkin kasus akan berhenti dengan 'kutukan dari Nofret'. Karena hanya mereka yang tidak percaya akan takhayul. 
"... Mengapa kebusukan itu harus muncul dari dalam, sebagaimana kaukatakan?"
Hori mengangkat bahu. "Tak ada yang tahu sebabnya. Mungkin karena selalu harus ada pertumbuhan-dan bila seseorang tidak tumbuh menjadi lebih baik, lebih bijak, dan lebih mulia, maka pertumbuhan itu pasti sebaliknya, yaitu memupuk hal-hal jahat. Atau mungkin pula karena hidup yang mereka jalani terlalu tertutup, selalu kembali pada hal itu-itu juga--tanpa perluasan wawasan atau pandangan. Atau mungkin, seperti penyakit pada tanaman, ia bersifat menular." (310)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...