Postingan

Resensi Buku: Neverwhere - Neil Gaiman

Gambar
goodreads "Kau punya hati yang baik," katanya pada Richard. "Suatu hari itu sudah cukup untuk membuatmu selamat di mana pun kau berada." Lalu dia menggeleng. "Tapi lebih sering lagi, tidak." (hal. 14) Neverwhere bercerita tentang Richard Mayhew, seorang pria dengan kehidupan biasa di London yang biasa. Kau tau, pekerjaan kantoran, kawan-kawan yang bisa diajak pergi minum-minum di akhir pekan, apartemen yang lumayan, tunangan yang cantik jelita tapi selalu menuntut. Dan apa hal paling biasa yang mungkin dilakukan ketika kau menemukan seorang gadis terluka tergeletak di trotoar? Richard menolongnya. Dan entah apakah itu merupakan pilihan yang bagus, karena detik berikutnya Richard kehilangan semuanya. Dan satu-satunya cara mendapatkannya kembali adalah membantu Door, gadis yang baru saja ditolongnya mencari tahu siapa pembunuh keluarganya. Bersama pengawal gadis itu, Hunter, juga Marquis de Carabas, mereka menelusuri dunia bawah London yang penuh bahaya,...

menilai-buku-dari-format-file-nya.pdf

Gambar
Satu hal mengherankan yang harus diakui menakjubkan, isu soal pembajakan buku, entah bagaimana pasti naik di sekitar bulan April. Oke, isu pembajakan buku memang tidak pernah selesai, dan pasti selalu ada setiap saat, tapi melihat bagaimana dalam tulisan rutin spesial Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia pasti ada saja hal yang baru-baru terjadi soal isu ini. 2018, ketika untuk pertama kalinya aku bikin IG stori titik-titik soal tips baca si tempat legal. Motivasiku cuma buat nyindir orang yang nyebar-nyebarin link buku bajakan. Persis kayak yang rame kemarin, cuma emang gak nyampe jadi trending topic di twitter. 2019, yang rame adalah platform baca yang nyalin tulisan baca platform lain. Memang bukan buku terbit yang jadi sumber hidup orang lain, tapi pembajakan adalah pembajakan. Dan tahun ini. Aku sendiri gak nyangka kalo ternyata pesan berantai soal sebaran link pdf bajakan seluas itu sampai jadi trending topic twitter dan menarik perhatian penulis-penulis populer. Soalnya, seperti ...

Menulis untuk Melupakan

Gambar
"Otak manusia itu selalu berusaha untuk berjuang dan mengingat, tapi kalau ada sesuatu yang tertulis, kau sudah tidak perlu lagi mengingatnya, dan bisa dengan tenang melupakannya. Sisakan kenangan yang menyenangkan, kenangan yang buruk tulis dan lupakanlah." –Minato Kanae, Confessions Ketika membaca kutipan itu, aku merasa dipojokkan, tapi juga sekaligus lega karena ternyata aku bukan satu-satunya yang melakukan ini. Yah, setidaknya kalau seorang karakter fiksi mengakuinya, aku asumsikan kebiasan ini setidaknya cukup masuk akal dilakukan bukan. Kita biasanya mendengar orang mencatat sesuatu untuk mengingatnya, tapi menulis untuk melupakan? Akui saja kalau konsep ini terasa asing. Dah, ya, kurasa sekarang akhirnya aku memahami apa maksud orang-orang ketika berkata menulis itu menjadi terapi. Menulis itu menolong. Menulis itu membebaskan. Maksudku, aku juga suka menulis, tapi ide soal menulis itu membebaskan masih gak masuk akal buatku. Mungkin karena darip...

2019 Book Event

Gambar
2019 memang bukan tahun paling produktif untuk kegiatan literasiku, jumlah buku yang kubaca masih belum meningkat dari tahun sebelumnya, resensi yang kutulis apalagi. Tapi bukan berarti aku absen sama sekali. Malahan, aku rasa 2019 menjadi tahun dimana aku lebih banyak datang ke acara offline dibanding tahun-tahun sebelumnya, dan aku rasa ini menjadi awal yang bagus karena akhirnya aku sadar acara offline gak kalah seru dengan acara online hehe. PELUNCURAN BUKU SEPILIHAN CERPEN SEPASANG SEPATU TUA Sudah pasti ini yang kusebut, malah sudah pernah kubuat postingan tersendiri di sini. Kalau ada sesuatu yang sangat berkesan mengenai acara itu, aku rasa aku belajar tentang bagaimana menerima bahwa kita tidak bisa menerima semuanya. Kata-kata Eyang Sapardi tentang puisi yang tak perlu dipahami benar-benar membekas dan secara keseluruhan membuatku merasa lebih baik ketika tidak bisa memahami bagaimana sesuatu bisa bermakna bagi orang lain tapi tidak bagiku dan sebaliknya. To each...

Confessions - Minato Kanae

Gambar
goodreads "Pandangan dan idealisme itu ditentukan oleh lingkungan tempat seseorang lahir dan dibesarkan. Lalu, dasar penilaiannya atas orang lain bergantung pada siapa orang yang kali pertama berinteraksi dengannya. Artinya, bagi sebagian besar orang, sosok itu adalah sosok seorang ibu, bukan?" –hal.236 Sebesar aku percaya bahwa tidak ada alasan bagi siapa pun untuk menjadikan perlakuan orang lain terhadapnya sebagai pembenaran setiap kelakuan buruk yang dilakukan, karena setiap orang bisa berubah. Aku juga percaya bagi anak-anak, pengaruh keluarga jelas punya andil besar dalam menjelaskan kenapa dia melakukan apa yang dilakukan. Menjelaskan, tapi tetap tidak bisa menjadi pembenaran. Dan dengan banyak menggunakan dinamika antara ibu dan anak dalam ceritanya, bagaimana "cara mendidik" mempengaruhi perbuatan satu sama lain. Confessions membawa cerita dengan mempermainkan dilema antara penjelasan dan pembenaran. "Orang dewasa cuma bisa meng...

Komet Minor - Tere Liye

Gambar
goodreads “.... Tapi kita telah bertahan dengan sangat baik. Dalam petualangan ini, itulah kata kuncinya, bertahan selama mungkin. Tidak masalah kita kalah satu-dua pertarungan, atau malah kalah berkali-kali, tapi pastikan kitalah yang tetap berdiri tegak di akhir semua kisah.”—Batozar Berbeda dengan petualangan antar buku sebelumnya, di mana waktu berlalu untuk Ra dkk setelah suatu petualangan untuk menjalani masa-masa sekolah membosankan, menjaga rahasia, menjaga Ali tidak membuat keributan, dan mendengarkan anekdot-anekdot relatable dari guru-guru sekolahnya. Kali ini mereka tak punya waktu untuk beristirahat. Segera setelah si Tanpa Mahkota mendapatkan portal menuju Komet Minor, saat itu pula Ra dkk harus menyusul. Keberuntungan muncul di detik-detik terakhir ketika Batozar datang dan secara keseluruhan membantu mereka bertualang di dunia baru, bernama Komet Minor. Dunia baru, kultur baru, topografi baru, tempat baru lainnya dengan gaya hidup berbeda untuk di e...

The Confession - John Grisham

Gambar
goodreads "Aku melihat lusinan setiap hari. Mereka berdusta tentang segala-galanya. Mereka berdusta karena kebiasaan. Mereka berdusta padahal kejujuran justru bisa menyelamatkan mereka." Sebelum bercerita tentang bagaimana buku ini begitu berkesan setelah kubaca, aku ingin bercerita bagaimana buku ini begitu berkesan bahkan sebelum kubaca. Kalau tak salah ingat, waktu tahun 2014 ada sebuah event Reading Challenge buku-buku genre misteri, salah satu penulis yang jadi sub-temanya adalah John Grisham. The Confession, adalah adalah buku yang kuniatkan untuk dibaca pada tema di bulan itu. Tapi setelah berkali-kali ke toko buku, ternyata bukunya habis stok dan akhirnya saya beli The Litigators (yang gak kalah seru). Jadi yah, bisa dibilang, bisa membaca buku ini setelah bertahun-tahun jadi wishlist, bagiku ini bukan hal biasa. Oh iya, satu lagi, melihat tebal halamannya aku rasa aku harus berterima kasih pada program #30menitbaca Bookmate. Serius deh, kalau bukan ...